Baby Girl One Piece "Baby Girl" "One Piece"

One Piece sudah terbit rutin selama 23 tahun sehingga banyak pengembangan cerita yang membuat beberapa bagian terlihat menjadi kontroversial. 1 Piece sudah terbit rutin selama 23 tahun sehingga banyak pengembangan cerita yang membuat beberapa bagian terlihat menjadi kontroversial. (Courtesy of Shueisha)

Dki jakarta, CNN Indonesia --

Ane Slice  sudah terbit rutin selama 23 tahun sehingga banyak pengembangan cerita yang membuat beberapa bagian terlihat menjadi kontroversial.

Sebagai cerita yang sudah berjalan 23 tahun, wajar bila Eeichiro Oda memasukkan beberapa tambahan dalam unsur cerita.

Namun, penambahan itu kemudian memunculkan celah dan dianggap plot hole karena berbenturan dengan cerita yang telah muncul jauh sebelumnya.


Berikut lima hal yang dianggap jadi kontroversi di 1 Slice:

one. Kembali dari Grand Line

Di awal cerita ketika Monkey D. Luffy ingin merekrut Sanji, muncul Kelompok Bajak Laut Don Krieg yang kabur dari G Line dalam kondisi compang-camping. Mereka bahkan terus dikejar Mihawk hingga East Blueish.

Momen ini jadi pertanyaan ketika cerita masuk ke momen saat Bajak Laut Topi Jerami masuk ke Grand Line.

Diceritakan mereka harus mendaki arus yang melewati gunung dan kemudian baru meluncur ke arah Thou Line.

Pertemuan arus dari empat laut [East Blue, West Blue, Northward Blue, Southward Blueish] ada di puncak dan kemudian membawa kapal meluncur masuk ke Grand Line dengan posisi menuruni aliran air.

Bila berkaca pada hal itu, sulit membayangkan bagaimana kapal Don Krieg dan Mihawk bisa kembali ke Due east Blue.

Sementara itu, pintu masuk Grand Line juga terbilang kecil sehingga muncul pertanyaan ketika kapal Gecko Moria yang sebesar pulau bisa masuk ke wilayah itu karena Thriller Bawl diceritakan sudah berlayar dari West Blue.

Hal ini belum dijelaskan secara gamblang. Satu hal yang sempat disinggung soal kepindahan dari satu wilayah laut ke wilayah lain adalah ketika Germa menuju E Blue sebagai perpindahan yang besar-besaran dan harus melalui Cherry-red Line.

2. Nilai Buruan Crocodile sebagai Shicibukai

Crocodile adalah Shicibukai pertama yang dihadapi langsung oleh Kelompok Topi Jerami. Meski Mihawk adalah Shicibukai pertama yang diperkenalkan dalam jalan cerita I Slice, tapi ia tidak diperkenalkan beserta nilai buruan allonym bounty miliknya.

Ketika Crocodile diperkenalkan, bounty miliknya ada di angka 81 juta berry. Jumlah tersebut terasa fantastis bila ukurannya adalah nilai Arlong, bajak laut terkuat di East Blue, hanya xx juta berry.

Namun di volume 25, dua edisi setelah Arc Arabasta selesai, sosok Rock Star, anggota baru bajak laut Rambut Merah di bawah naungan Shanks, bernilai 94 juta drupe.

Bila menilik angka, jumlah tersebut anomali karena Shicibukai dianggap sebagai salah satu kelompok yang bisa menandingi Yonkou di samping Admiral Angkatan Laut.

Karakter One Piece CrocodileCrocodile. (Courtesy of Shueisha)

Namun celah ini kemudian bisa ditutup dengan baik oleh Eiichiro Oda. Diceritakan bahwa compensation yang melekat itu adalah bounty terakhir sebelum mereka mendapat tawaran jadi Shicibukai.

Cerita tentang itu juga melekat pada Gecko Moria dan Jinbe yang nilai buruannya di angka 300 jutaan berry sebelum direkrut jadi Shicibukai.

Lalu sempat diceritakan pula bahwa Kurohige belum punya nilai buruan saat dijadikan Shicibukai. Cerita itu yang menutup celah kejanggalan nilai rendah Crocodile karena kemudian Crocodile bisa diasumsikan sudah langsung diangkat jadi Shicibukai ketika nilai buruannya masih 81 juta berry.

Kekuatan Crocodile juga ditunjukkan di Marineford War, saat ia bisa bertarung imbang lawan Donquixote Doflamingo dan beberapa tokoh hebat lain.

3. Keberadaan Pulau Langit

Saat Nami bertanya tentang keberadaan Pulau Langit di Pulau Jaya, ia ditertawakan habis-habisan. Pulau Langit dianggap khayalan dan legenda bagi banyak bajak laut dan keberadaannya tidak pasti.

Namun ketika Luffy dan kawan-kawan sudah sampai di Pulau Langit, GanForr menjelaskan ada rute normal, alias jalur yang bisa dilewati tanpa harus bertaruh nyawa lewat knock upwards stream [ledakan besar yang melontarkan air ke atas hingga mencapai langit].

Karakter One Piece Pulau LangitPulau Langit. (Courtesy of Shueisha)

Dengan konfirmasi rute normal, seharusnya berita tentang Pulau Langit sudah menyebar ke seantero Grand Line.  Tambahan lagi, Urouge adalah Bajak Laut yang berasal dari Pulau Langit.

Kehadiran dirinya dalam poster buronan seharusnya sudah jadi konfirmasi yang jelas bahwa ada Pulau Langit. Bukan sekadar satu pulau, melainkan beberapa pulau.

Soal Pulau Langit ini belum dijelaskan lebih detail oleh Oda. Sepertinya tidak bakal ada penjelasan lebih lanjut karena kemungkinan Luffy dan kawan-kawan tidak bakal mengulangi perjalanan ke Pulau Langit lantaran Nico Robin sebelumnya sudah menemukan dan mengerti pesan Poneglyph di Pulau Langit.

4. Hubungan Shanks dan Buggy

Ketika Monkey D. Luffy berjumpa Buggy, Buggy dengan lantang menyatakan bahwa Shanks adalah pria yang paling ia benci karena membuat dirinya harus menunda mimpi selama 10 tahun.

Shanks diceritakan membuat Buggy tak sengaja memakan buah iblis saat berada di sebuah kapal bajak laut [saat itu belum diceritakan sebagai kapal Roger].

Seiring perjalan waktu, disebutkan bahwa Shanks adalah salah satu awak di kapal Gol D. Roger bersama dengan Buggy [book 45 ketika Shanks bertemu Whitebeard]. Di momen itu, diceritakan Buggy menolak ajakan berlayar bersama Shanks saat Roger sudah dieksekusi.

Karakter One Piece ShanksShanks. (Courtesy of Shueisha)

Ketika perjalanan Bajak Laut Roger dibahas di Arc Wano, hubungan Shanks dan Buggy ternyata tidak seburuk yang diceritakan di awal. Shanks bahkan rela tak ikut ke Laugh Tale karena menemani Buggy yang sakit. Shanks dan Buggy punya hubungan yang akrab karena mereka termasuk kru termuda di antara kru Roger.

Satu kejanggalan lainnya, momen Buggy memakan buah iblis juga menjadi tak jelas. Dengan gambaran Shanks dan Buggy sempat ribut soal kutub, berarti kemungkinan besar Buggy memakan buah iblis di perjalanan terakhir Bajak Laut Roger.

Kemungkinan ini berdasarkan pada gambaran flash dorsum pertama, ketika Buggy baru memakan buah iblis setelah perdebatan mengenai kutub.

5. Kemunculan Haki Sebagai Peredam Buah Iblis

Di awal cerita Ane Slice, buah iblis jadi kekuatan utama para tokohnya. Pemilik kekuatan logia, seperti Crocodile, sulit diserang oleh orang biasa. Luffy bahkan harus menggunakan air dan kemudian darah untuk bisa memukul dan menyentuh Crocodile.

Lain lagi dengan Enel yang punya kekuatan petir. Luffy bisa melawan karena punya buah iblis gomu-gomu allonym karet yang secara alamiah tidak mempan diserang oleh petir.

Seiring perjalanan cerita, mulai muncul konsep haki, misal saat Rayleigh dengan mudah menangkis dan menyentuh kaki Kizaru.

Haki membuat cerita One Slice menjadi lebih terbuka karena kekuatan buah iblislogia bisa langsung dipegang dan disentuh oleh mereka yang menguasaihaki.

Karakter One Piece HakiHaki. (Courtesy of Shueisha)

Pertanyaan lalu muncul terkait tokoh-tokoh yang dianggap hebat, seperti Crocodile, yang tak ditunjukkan memiliki haki. Haki tentu merupakan konsep pengembangan cerita, karena tidak terlihat di paruh awal cerita One Slice.

Eiichiro Oda lalu menghubungkan benang merah bahwa seolah-olah haki merupakan konsep yang sudah dikenal lama lewat cuplikan bahwa tatapan Shanks bisa membuat monster laut kabur, Enel dapat mendengar percakapan di seluruh Pulau Langit, hingga Suku Kuja yang mampu menebak serangan Luffy.

Tak usah membingungkan haki sebagai konsep baru dan mempertanyakan kejanggalan yang muncul sebelum itu. Hal itu sudah jelas karena konsep haki adalah pengembangan dari cerita One Piece.

Sebagai cerita yang terus berkembang dan memakan waktu lama, ide-ide baru Oda tentu bermunculan untuk mengembangkan cerita.

(has/has)

houstonlawbor.blogspot.com

Source: https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20200723172308-241-528262/5-kejanggalan-yang-jadi-kontroversi-di-one-piece

0 Response to "Baby Girl One Piece "Baby Girl" "One Piece""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel